[TERBARU] Megawati Dijadwalkan Tutup Rakernas PDIP Siang Ini, Hasto Singgung soal Kejutan

loading…

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dijadwalkan menutup langung Rakernas, Kamis (23/6/2022) siang nanti. FOTO/TANGKAPAN LAYAR

JAKARTA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) akhirnya telah rampung dilaksanakan selama tiga hari ini. Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dijadwalkan menutup langung Rakernas, Kamis (23/6/2022) siang nanti.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan, para peserta Rakernas sudah menyelesaikan hasil rekomendasi. Penutupan akan diawali dengan penyampaikan hasil setiap komisi. “Rangkaiannya nanti akan dimulai pada jam 1 dengan menyampaikan hasil-hasil sidang komisi, diperkirakan selama 1 jam,” kata Hasto menjawab wartawan di sela Rakernas II PDIP.

Hasto mengungkapkan, acara dilanjutkan dengan pembacaan rekomendasi, lalu akan ada pidato penutupan oleh Megawati.

“Kemudian pada jam 14.00 akan dilakukan penutupan Rapat Kerja Nasional yang kedua, dengan didahului pembacaan rekomendasi eksternal. Cukup banyak yang direkomendasikan. Kemudian pidato penutupan Rakernas II oleh Ketua Umum ibu Megawati Soekarnoputri,” katanya.

Soal nama calon presiden atau calon wakil presiden, Hasto menegaskan itu sepenuhnya merupakan hak prerogatif Megawati melalui kontemplasi mendalam dan melihat momentum yang ada.

Hasto pun menceritakan bagaimana saat pelaksanaan Rakernas II di Bali pada 2018, yang secara tiba-tiba Megawati mengumumkan nama Jokowi untuk maju lagi sebagai capres.

Baca juga: Tak Hanya PKS, PDIP Juga Sulit Berkoalisi dengan Partai Demokrat

“Itu menunjukkan, bagaimana selain melakukan kalkulasi yang matang, Ibu Mega itu juga sering menampilkan suatu hal yang sifatnya surprise, ada element of surprise yang ditampilkan oleh beliau. Karena hak prerogatif ada di ibu ketum, maka tentu saja seluruh kalkulasi pertimbangan yang matang itu berada di tangan beliau,” katanya.

(abd)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published.