[TERBARU] Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi, Wali Kota Makassar Bertumpu pada Adaptasi dan Digitalisasi

loading…

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto membeberkan sejumlah langkah strategi guna pemulihan ekonomi yang terpuruk imbas pandemi Covid-19. Foto/SINDOnews

JAKARTA Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto membeberkan sejumlah langkah strategi guna pemulihan ekonomi yang terpuruk imbas pandemi Covid-19. Ia menyebut lewat adaptasi dan digitalisasi sejumlah lini ekonomi salah satunya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Danny, sapaan akrabnya, proses itu tidak bisa langsung melainkan harus secara bertahap. Penguatan ini untuk pondasi perekonomian yang lebih kuat di masa depan.

“Kami memperkuat UMKM dengan mendigitalisasi menjadi start up. Kemudian (ini) menjadi kekuatan ekonomi,” kata Danny saat memaparkan program di acara Indonesia Visionary Leader (IVL) XI secara virtual, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: IVL 2022, Wali Kota Surabaya Paparkan Strategi Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

Danny menambahkan guna mencapai target itu memerlukan tiga kebijakan utama di antaranya revolusi sumber daya manusia (SDM). “Pertama, revolusi sumber daya manusia (SDM) dan percepatan reformasi birokrasi. Kedua, rekonstruksi kesehatan, ekonomi, sosial, dan budaya. Ketiga, restorasi ruang kota yang inklusif menuju kota nyaman kelas dunia,” ucapnya.

Kemudian, secara teknis Pemkot Makassar membuat terobosan dengan menciptakan 5.000 start up lorong, 5.000 lorong wisata, dan inkubator center. Hasilnya, perekonomian Kota Makassar rebound ke 4,47 persen pada 2021.

“Diawali UMKM, mendapatkan inkubasi (bisnis). Pemerintah makassar akan menjadi offtaker. Ini berdasarkan pengalaman membeli sampah dari bank-bank sampah. Karena pengalaman ini, kami sangat membuat startup lorong. Insya Allah tahun ini 1.000 lorong wisata,” ujarnya.

Diketahui perekonomian Kota Makassar ambruk imbas Pandemi Covid-19 menerjang. Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi kota paling besar di wilayah timur Indonesia itu periode 2016-2019, yakni 8,03; 8,23; 8,24; dan 8,79 persen. Namun, pada 2020 perekonomian Kota Makassar turun drastis ke angka -1,27 persen.

Lebih lanjut, Danny mengatakan keadaan itu sebenarnya hampir sama dengan daerah lain. Saat ekonomi turun tentu menjadi alarm bagi pemkot untuk segera memperbaiki.

Menurutnya, Jika tidak ada efek domino, seperti peningkatan pengangguran dan kemiskinan. Ia menjelaskan fungsi pemerintah itu untuk menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

“Ada empat filosofi yang ditanamkan Pemkot Makassar, yakni lebih aman (sosial), lebih sehat (budaya), lebih nyaman (ruang kota), dan lebih produktif. Sebenarnya lebih produktif ini yang paling diidamkan masyarakat. Misalnya, turunnya kemiskinan dan pengangguran, serta naiknya income per kapita. Ini kadang-kadang terlupakan dalam penilaian pemerintahan,” tandasnya.

(muh)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published.